Prosedur Berperkara

Logo PA Krui

PROSEDUR BERPERKARA PENGADILAN AGAMA KRUI

1. Prosedur Berperkara Tingkat Pertama
2. Prosedur Berperkara Tingkat Banding
3. Prosedur Berperkara Tingkat Kasasi
4. Prosedur Berperkara Peninjauan Kembali

Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mengajukan Gugatan / Permohonan di Pengadilan Agama Krui :

  1. Penggugat / Pemohon datang ke Pengadilan Agama Krui mengajukan Gugatan / Permohonan secara tertulis atau lisan bagi yang tidak pandai membaca dan menulis (buta huruf) ke bagian Penerimaan Perkara untuk dibuatkan surat Gugatan / Permohonan yang di tanda tangani oleh Ketua Pengadilan Agama / Hakim yang ditunjuk.
  2. Penggugat / Pemohon membayar Panjar Biaya Perkara di Bank BRI yang ditunjuk untuk itu, yang besarnya sesuai dengan taksiran Meja I berdasarkan PP RI No.53 Tahun 2008
  3. Menyerahkan bukti pembayaran Panjar Biaya Perkara dari Bank ke Meja I untuk selanjutnya dibuatkan SKUM (Surat Kuasa Untuk Membayar) dan dimasukkan dalam berkas perkara setelah diberi stempel lunas oleh kasir, satu lembar dan kepada pihak penggugat / pemohon satu lembar
  4. Penggugat / Pemohon yang tidak dapat membuat gugatan / permohonan sendiri dibantu pembuatannya oleh Meja I berdasarkan cerita / keterangan penggugat / pemohon sendiri yang sebelum di tanda tangani terlebih dahulu dibacakan secara keseluruhan tanpa dipungut biaya.
  5. Penggugat / Pemohon selanjutnya menyerahkan surat gugatan / permohonan yang disertai dengan bukti pembayaran (SKUM) kepada Meja II untuk didaftarkan dalam Register Induk Perkara yang dikelola oleh Meja II. dan selanjutnya petugas meja II menyerahkan satu surat gugatan / permohonan kepada penggugat / pemohon.
  6. Penggugat / Pemohon pulang ketempat tinggalnya dan menunggu panggilan sidang yang akan disampaikan oleh juru sita ke alamat penggugat / pemohon minimal 3 hari sebelum sidang. Jika Pengugat / pemohon ketika disampaikan panggilan sidang oleh jurusita kealamatnya tidak bertemu maka panggilan disampaikan melalui kepala desa atau lurah wilayah tempat tinggal penggugat / pemohon.
  7. Penggugat / Pemohon datang ke Pengadailan Agama Krui sesuai dengan panggilan sidang dan mendaftarkan diri untuk menghadiri sidang.
  8. Penggugat / Pemohon menunggu antrian sidang sesuai dengan nomor urut antrian sidang.

 

Persyaratan Mengajukan Gugatan / Permohonan Perceraian antara lain :

  1. Fotocopy Kutipan Akta Nikah / duplikatnya sebanyak 1 lembar dan fotocopy KTP Penggugat / Pemohon yang masih berlaku sebanyak 1 lembar, masing-masing fotocopy diberi materai Rp. 6.000,- dan di legalisasi (leges) di Kantor Pos.
  2. Surat Keterangan Ghaib yang dibuat oleh Kepala Desa setempat (jika Tergugat / Termohon tidak diketahui alamatnya)
  3. Surat ijin dari atasan (Jika Penggugat / Pemohon PNS/TNI/POLRI)
  4. Surat Keterangan tidak mampu yang dibuatĀ  olehKepala Desa setempat dan diketahui oleh Camat. (Jika Penggugat / Pemohon warga tidak mampu/miskin)
  5. Surat Kuasa Khusus (jika Penggugat / Pemohon telah menguasakan kepada Pengacara / Advokat, dan Surat Kuasa Insidentil jika Penggugat / Pemohon menguasakan kepada keluarga yang disertai dengan Surat Ijin Berperkara dari Ketua Pengadilan Agama Krui)
  6. Membayar Panjar Biaya Perkara di Bank BRI sesuai dengan taksiran oleh Meja I.